Jasa Translate itu Susah!

Published by admin on

Jasa translate itu susah – Akan sangat menyebalkan ketika Anda harus menulis makalah namun satu-satunya referensi yang menurut Anda sangat bagus tertulis dalam Bahasa Inggris. Seperti yang kita ketahui, dosen-dosen Indonesia lebih mengutamakan referensi luar negeri. Entah itu bahasa inggris atau bahasa-bahasa lainnya sesuai jurusan yang kita gandrungi. Perbandingannya mungkin 2:5. 2 referensi local dan 3 adalah referensi yang didapatkan dari luar.

Yang membuat situasi tersebut menyebalkan adalah bahwa Anda sendiri menyadari Anda tidak bisa memahami bahasa asing. Atau kosakata yang Anda miliki tidak memadai untuk memahami konten yang terkandung. Parahnya lagi konten jurnal cukup panjang dan ditulis dalam bahasa yang akademik. Sekalipun seabrek kamus sudah dikerahkan, kesulitan memahami teks berbahasa asing masih membawa kendala. Lalu, apakah hanya akan dibiarkan begitu saja? Sedangkan permasalahan serupa akan tetap datang ketika Anda berurusan dengan teks berbahasa Inggris?

Perbedaan Jurnal Nasional vs Jurnal Internasional

Sebelum kita bahas lebih lanjut perihal susahnya menjadi penerjemah, I’d like to discuss a bit about Jurnal Nasional and Jurnal Internasional. Pada dasarnya, mereka sama-sama kumpulan jurnal. Namun, jurnal internasional adalah kumpulan jurnal dari seluruh Negara dan bisa dikatakan penelitian yang dilakukan dalam jurnal tersebut mencakup seluruh dunia. Sedangkan jurnal nasional, adalah artikel dengan bahan penelitian yang ada di sekitar saja.

Nah, yang kurang saya pahami adalah ketika dosen membimbing kita untuk mengutamakan referensi luar negeri ketimbang nasional atas dasar kualitasnya. Dalam hal ini proporsi perbandingan referensi internasional dan nasional yang harus kita dapatkan untuk mendapat hasil penelitian yang memuaskan (menurut dosen yang membimbing).

Lha wong penelitian yang kita lakukan di Indonesia, bukankah lebih mudah jika mencari sumber dari orang kita sendiri? Bahkan kita langsung bisa mengkonfirmasi validitas informasi yang kita butuhkan. Nah kalau referensi yang kita kutip dari luar, saya yakin sekali semuanya hanya dalam bentuk teks dan kita tidak bisa mengkonfirmasi informasi tersebut. Bukan maksud saya mengurangi integritas dan apik-nya informasi dari luar negeri.

Tapi, dengan memberi proporsi yang lebih banyak bagi narasumber nasional, otomatis itu akan mengangkat derajat peneliti dan Negara kita sendiri. Maksud saya, kita gunakan referensi internasional hanya sebatas supporting source. Sedangkan penelitian nasional dengan sampel dan bahan-bahan di daerah sendiri menggunakan referensi penulis sendiri sebagai primary source.

Terlebih lagi jika penelitian yang dilakukan berkaitan dengan sains. Saya rasa tikus lab pun di tiap Negara memiliki karakteristiknya masing-masing dan pastilah berbeda. Dengan mengutip jurnal internasional, apakah kita berusaha menyamaratakan semua karakteristik tersebut? Apakah sebuah penelitian akan dinilai valid hanya in one and only condition penelitian nasional dilakukan dan menggunakan referensi internasional?         

Jasa Translate itu Susah, Tidak Sekedar Menerjemah

Apakah kurangnya kosakata menjadi akar permasalahan utama dari lemahnya kemampuan menerjemah? Tentu saja tidak. Seperti sebuah analisa yang dipaparkan oleh Amaia Montes bahwa menerjemah memang bukan sekadar masalah pengetahuan seseorang terhadap bahasa target. Lebih dari itu, menerjemahkan mencakup pemahaman si penerjemah terhadap konteks, komunitas, atau lingkungan di mana bahasa target tersebut digunakan. Sekalipun dua buah teks tertulis dalam bahasa Inggris, namun satu teks mengangkat tema pendidikan sosial sedangkan teks yang lain membahas uji coba teori fisika, kesulitan menerjemahkannya pun akan berbeda.

Dalam situasi seperti di atas dan sebelumnya, si penerjemah perlu menguasai konteks dari keadaan sosial yang diangkat di teks pertama serta mempelajari bagaimana sikap dan sifat dari kebanyakan pihak yang terlibat, baik dari bahasa target maupun bahasanya sendiri. Hal ini akan dapat mempengaruhi kualitas susunan kata yang dipilih oleh si penerjemah. Ini dilakukan agar ia lebih memahami jenis kata yang paling representatif sehingga dapat sepenuhnya menggambarkan maksud dari teks tersebut.

Hal serupa juga diperlukan dalam memahami teks kedua, yakni tentang uji coba teori fisika. Bagi seseorang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia sains, bahasa dalam teks tersebut akan dianggap sebagai teks dengan bahasa yang standar (tidak terlalu sulit dan tak terlalu mudah). Namun, bagi seseorang yang masih awam, teks tersebut akan dianggap teks yang kaku sehingga akan sangat sulit dipahami.

Jasa Translate itu Susah! Bukan Sekadar Keahlian, tapi Juga Strategi

Bagi Anda yang telah menguasai, atau setidaknya telah mempelajari, bahasa asing selain bahasa Indonesia dan bahasa daerah Anda, Anda tentunya tahu bahwa satu kata dalam bahasa asing memiliki makna lebih dari 2! Contohnya saja, dalam kata ‘fine’. Mari kita lihat maknanya mulai dari yang paling umum.

Dalam kamus monolingual seperti Oxford, diketahui bahwa kata ‘fine’ sebagai kata sifat memiliki lebih dari 10 makna. ‘I’m fine’ adalah salah satu penggunaan kata ‘fine’, yang bermakna ‘saya baik, kabar saya baik’ dan sebagainya. Namun, ada juga penggunaan seperti ‘a very fine perfomance’ yang bermakna ‘penampilan yang sangat memukau atau memesona atau indah’. Ada pula penggunaan ‘fine’ yang disandingkan dengan zat-zat logam seperti emas (i.e. fine gold) yang akan bermakna ‘emas murni’ tanpa campuran zat lain yang dapat mengurangi kualitasnya. Sedangkan penggunaan kata ‘fine’ dalam ‘His speech was full of fine words which meant nothing’ yang bermaksud bahwa ‘pidatonya penuh dengan kata-kata yang indah namun tak bermakna’. Nah kan, ternyata penerjemahan kata ‘fine’ tidak bisa sembarangan, namun harus selalu dilihat dari konteks kata dalam kalimatnya.

Lantas, sebagai penyedia jasa translate, baik profesional maupun jasa translate untuk kebutuhan pribadi saja, yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan hasil terjemahan yang memuaskan dan representatif adalah dengan selalu melihat konteksnya. Berawal dari pemahaman konteks, diikuti dengan kemampuan mengolah kata dalam bahasa targetnya yang juga membutuhkan keahlian berupa kosakata dan kemampuan menyusun kalimat yang memadai. Dengan demikian hasil translate Anda bisa dikatakan cukup memuaskan.

Bila yang diterjemahkan ternyata tentang topik yang sama sekali tidak Anda pahami, maka disarankan Anda mengumpulkan pengetahuan dari orang lain yang menurut Anda cukup memahami di bidang tersebut. Misalnya, Anda harus menerjemah bidang hukum yang tak Anda kuasai, maka coba tanyakan pada teman tentang garis besar bidang tersebut sebelum Anda memahami konteks yang lebih spesifik lagi. Cara ini akan mempermudah jasa translate untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.